Makan Keliling: Catatan Lika-Liku Perburuan Makanan

Judul: Makan Keliling
Penulis: Andre C.
Penerbit: Laksana
Tebal buku: 132 Halaman
Cetakan: Pertama, 2018
ISBN: 978-602-407-394-7


Makanan memang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Dari waktu ke waktu, makanan selalu berkembang. Banyak menu-menu baru yang ada karena mengikuti perkembangan zaman. Nah, ketika beberapa waktu lalu saya berkunjung ke toko buku, ada sebuah buku dengan cover penuh warna yang menarik perhatian saya. Setelah saya periksa, ternyata buku ini membahas tentang kisah-kisah seorang foodgrammer bernama Andre C. ketika berburu makanan. Kebetulan saya sedang ingin bacaan yang ringan (kayak sering baca buku bermateri berat saja, padahal jaraaaaaang sekali), maka saya boyonglah buku tersebut ke meja kasir. 

Ketika saya membaca bagian awal bukunya, hmm, persis seperti bayangan saya. Bahasa yang ringan dan disertai banyak ilustrasi. Menyenangkan membaca review tentang berbagai tempat makan yang berada di Jogja ini. Jadi merasa nggak tahu apa-apa saya. Padahal sudah lebih dari empat tahun bersarang di Jogja. Yah, anak rumahan yang memang nggak doyan keluar memang begini resikonya. Hehe.

Oke, balik lagi ke pembahasan awal. Dengan bahasa yang tidak kaku, buku ini mengajak pembacanya untuk mengikuti suka duka Andre C. sebagai seorang foodgrammer. Mulai dari kesasar sehingga menyebabkan pencarian tempat makan semakin lama, sampai perjalanan jauh yang harus ditempuh hanya untuk mendapatkan makanan yang ternyata tidak sesuai ekspetasi. 

Selain jadi tahu banyak tempat makan yang asik, saya juga mendapat pengetahuan tentang makanan yang belum pernah saya dengar. Contohnya, dawet sambel. Benaran, saya baru tahu kalau dawet bisa dimakan dengan sambel. 

Namun yang agak sedikit mengganggu adalah banyak foto-foto makanan dan tempat makan yang terletak di tengah buku sehingga terpotong. Duh, ini ngerti kan ya? Bayangkan selembar foto ditekuk jadi dua, nah, kira-kira seperti itu. Terus ada beberapa sub judul yang tidak memiliki ilustrasi. Mungkin memang disengaja atau entah bagaimana, saya tidak tahu. Jadinya, ya, saya membayangkan saja bagaimana wujud tempat makan dan makanan yang sedang dibahas. Dan, saya berharap di bawah foto atau di atas, pokoknya dekat dengan ilutrasi, ada penjelasan barang sebaris kalimat tentang foto tersebut. Menurut saya, hal tersebut akan memudahkan pembaca untuk lebih memahami ilustrasi tersebut.

Terlepas dari kekurangan-kekurangannya, buku ini cocok dibaca untuk bersantai sejenak. Bisa juga menjadi gambaran untuk pembaca yang ingin mencicipi rasanya menjadi foodgrammer. Kalau saya sih, masih lebih suka makan saja. Hihihi.


Sumber foto: Dokumentasi pribadi

Komentar

Postingan Populer